terpenoid
TERPENOID
Terpenoid merupakan derivat dehidrogenasi dan
oksigenasi dari senyawa terpen. Terpen merupakan suatu golongan hidrokarbon
yang banyak dihasilkan oleh tumbuhan dan sebagian kelompok hewan.
Rumus molekul terpen adalah (C5H8)n. Terpenoid disebut
juga dengan isoprenoid.
Terpenoid adalah kelompok senyawa
metabolit sekunder yang terbesar, dilihat dari jumlah senyawa maupun variasi
kerangka dasar strukturnya. Terpenoid ditemukan berlimpah dalam tanaman tingkat
tinggi, meskipun demikian, dari penelitian diketahui bahwa jamur, organisme
laut dan serangga juga menghasilkan terpenoid. Selain dalam bentuk bebasnya,
terpenoid di alam juga dijumpai dalam bentuk glikosida, glikosil ester dan
iridoid.
Sejak dahulu kala orang mengetahui bahwa bunga, daun
buah, dan akar dari berbagai tumbuhan mengandung bahan yang mudah menguap dan
berbau wangi yang disebut minyak atsiri. Indonesia termasuk salah satu Negara
penghasil minyak atsiri yang utama didunia. Beberapa diantara, seperti minyak
nilam, minyak sereh, minyak cengkeh, minyak cendana dan minyak kayu putih.
Pada umumnya tumbuhan yang kaya akan minyak
atsiri termasuk suku Labiatae : nilam, ruku-ruku, selasih, dan marga Metha;
suku Myrtaceae : cengkeh, kayu putih, marga Eucalyptus; suku Pinaceae : Marga
Pinus; suku Rutacea : marga Citrus; dan suku Umbelliferae : ketumbar, seledri
dan adas.
Minyak atsiri bukanlah senyawa murni akan tetapi
merupakan campuran senyawa organik yang kadang kala terdiri dari lebih besar
dari 25 senyawa atau komponen yang berlainan. Sebagian besar komponen minyak
atsiri adalah senyawa yang hanya mengandung karbon, dan hidrogen atau karbon,
hidrogen dan oksigen yang tidak bersifat aromatik yang secara umum disebut
terpenoid.
Fraksi yang paling mudah menguap biasanya terdiri dari
golongan terpenoid yang mengandung 10 atom karbon. Fraksi yang mempunyai titik
didih lebih tinggi terdiri dari terpenoid yang mengandung 15 atom karbon.
1.
Asal usul Terpenoid
dan senyawa Terpenoid
Pada mulanya, para ahli kimia mengajukan hipotesa
bahwa sintesa terpenoid in vivo dalam jaringan organism melibatkan secara
langsung senyawa isoprene. Hipotesa ini didukung oleh penemuan bahwa (+) atau
(-) limonene dan (+) – limonene (disebut juga dipenten) pada pirolisa dapat
menghasilkan isoprene. Begitu pula dua unit isoprene pada pemanasan dapat
menghasilkan dipenten melalui reakasi Diels-Alder.
Terpenoid terdiri atas beberapa macam senyawa,
mulai dari komponen minyak atsiri, yaitu monoterpena dan sesquiterepena yg
mudah menguap (C10 dan C15), diterpena menguap,
yaitu triterpenoid dan sterol (C30), serta pigmen karotenoid (C40).
Masing-masing golongan terpenoid itu penting, baik dalam pertumbuhan
dan metabolisme maupun pada ekologi tumbuha. Terpenoid merupakan unit
isoprena (C5H8). Terpenoid merupakan senyawa yang
kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isoprena dan secara biosintesis diturunkan dari
hidrokarbon C30 siklik yaitu skualena. Senyawa ini berstruktur
siklik yang nisbi rumit, kebanyakan berupa alcohol, aldehid atau atom
karboksilat. Mereka berupa senyawa berwarna, berbentuk kristal, seringkali
bertitik leleh tinggi dan aktif optic yang umumnya sukar dicirikan karena tak
ada kereaktifan kimianya.
Kegunaan terpenoid bagi
tumbuhan antara lain :
a. Fitoaleksin
b. Insect antifectan, repellant
c. Pertahanan tubuh dari herbifora
d. Feromon
a. Fitoaleksin
b. Insect antifectan, repellant
c. Pertahanan tubuh dari herbifora
d. Feromon
2.
Klasifikasi Terpenoid
Terpen-terpen adalah suatu golongan senyawa yang
sebagian besar terjadi dalam dunia tumbuh-tumbuhan. Hanya sedikit sekali
terpen-terpen yang diperoleh dari sumber-sumber lain. Monoterpen-monoterpen dan
seskuiterpen adalah komponen utama dari minyak menguap atau minyak atsiri.
Minyak menguap ini diperoleh dari daun atau jaringan-jaringan tertentu dari
tumbuh-tumbuhan atau pohon-pohonan. Minyak atsiri adalah bahan yang mudah
menguap, sehingga ia mudah dipisahkan dari bahan-bahan lain yang terdapat dalam
tumbuh-tumbuhan. Salah satu cara yang paling popular untuk memisahkan minyak
atsiri dari jaringan tumbuh-tumbuhan ialah penyulingan. Senyawa-senyawa di dan
triterpen tidak dapat diperoleh dengan jalan destilasi uap, tapi diperoleh dari
tumbuh-tumbuhan dan tanaman karet atau resin dengan jalan isolasi serta metoda
pemisahan tertentu. Secara umum terpenoid terdiri dari unsur-unsur C dan H
dengan rumus molekul umum (C5H8)n. Klasifikasi
biasanya tergantung pada nilai n.
Sebagian besar terpenoid mempunyai kerangka karbon yang dibangun oleh dua
atau lebih unit C-5 yang disebut isopren. Klasifikasi terpenoid ditentukan dari
unit isopren atau unit C-5 penyusun senyawa tersebut. Senyawa umum biosintesa
terpenoid dengan terjadinya 3 reaksi dasar, yaitu:
a.
Pembentukan isoprene
aktif berasal dari asam asetat melalui asam mevalonat.
b.
Penggabungan senyawa
dan ekor dua unit isopren akan membentuk mono-, seskui-, di-, sester-, dan
poli-terpenoid.
c.
Pengabungan ekor dan
ekor dari unit C15 atau C20 menghasilkan terpenoid atau steroid.
Monoterpenoid
Monoterpeoid merupakan senyawa essence dan
memiliki dan memiliki bau yang spesifik yang dibangun oleh 2 unti isopren atau
dengan jumlah atom karbon 10. Lebih dari 1000 jenis senyawa monoterpenoid telah
diisolasi dari tumbuhan tingkat tinggi, binatang laut, serangga, dan jenis
vertebrata dan struktur senyawanya telah diketahui.
Struktur dari senyawa monoterpenoid yang telah dikenal
merupakan perbedaan dari 38 jenis kerangka yang berbeda, sedangkan prinsip
dasar penyusunannya tetap sebagai penggabungan kepala dan ekor dari 2 unit
isoprene. Struktur monoterpenoid dapat berupa rantai terbuka dan tertutup atau
siklik. Senyawa monoterpenoid banyak dimanfaatkan sebagai antiseptik,
ekspektoran, spasmolotik, dan sedatif. Disamping itu monoterpenoid yang sudah
banyak dikenal banyak dimanfaatkan sebagai bahan pemberi aroma makanan dan
parfum dan ini banyak digunakan komersial dalam perdagangan.
Dari segi biogenetik, perubahan geraniol nerol dan
linaol dari salah satu menjadi yang lain berlangsung sebagai akibat reaksi
isomerisasi. Ketiga alkohol ini yang berasal dari hidrolisa geranil pirofosfat
(GPP) dapat menjadi reaksi-reaksi sekunder, misalnya dehidrasi menghasilkan
mirsen, oksidasi menghasilkan sitral dan oksidasi reduksi menghasilkan
sitronelal.
Peubahan GPP in vivo menjadi senyawa-senyawa
monoterpen siklik dari segi biogenetic disebabkan reaksi siklisasi yang diikuti
oleh reaksi-reaksi sekunder. Senyawa seperti monoterpenoid mempunyai kerangka
karbon yang banyak variasinya. Oleh karena itu penetapan struktur merupakan hal
yang penting. Jenis kerangka karbon monoterpenoid antara lain dapat ditetapkan
oleh reaksi dehidrogenasi menjadi senyawa aromatik. Penetapan struktur
selanjutnya adalah melalui penetapan gugus fungsi dari senyawa yang
bersangkutan.
Seskuiterpenoid
Seskuiterpenoid merupakan senyawa terpenoid yang
dibangun oleh 3 unit isoprene yang terdiri dari kerangka unit asiklik atau
bisiklik dengan kerangka naphtalen. Senyawa terpenoid mempunyai boiaktifitas
yang cukup besar, diantaranya sebagai antifeedant, hormone, antimikroba,
antibiotic dan toksin sebagai regulator pertumbuhan tanaman dan pemanis.
Senyawa-senyawa seskuiterpen diturunkan dari
cis-farnesil pirofosfat dan trans farnesil piropospat melaului reaksi siklisasi
dan reaksi sekunder lain. Kedua isomer farnesil piropospat ini dihasilkan dari
melalui mekanisme yang sama seperti isomerisasi abtara geranil dan nerol.
Diterpenoid
Diterpenoid merupakan senyawa yang mempunyai 20 atom
karbon yang dibangun oleh 4 unti isoprene. Senyawa ini mempunyai bioaktifitas
yang cukup luas yaitu sebagai hormone pertumbuhan tanaman, podolakton inhibitor
pertumbuhan tanaman, antifeedant serangga, inhibitor tumor, senyawa pemanis,
abtifouling dan anti karsinogenik. Senyawa diterpenoid dapat membentuk asiklik,
bisiklik, trisiklik, dan tetrasiklik. Tata nama yang digunakan merupakan tata
nama trivial.
3.
Keteraturan struktur
Berdasarkan klasifikasi terpenoid, sebagian besar terpenoid mengandung atom
karbon yang jumlahnya merupakan kelipatan lima. Penyelidikan kimia selanjutnya
menunjukkan bahwa sebagian besar terpenoid mempunyai kerangka karbon yang
dibangun oleh dua atau lebih unit C-5 ini dinamakan karena kerangka karbonnya
sama seperti isopren.
Penyelidikan yang lebih seksama lagi mengenai struktur molekul terpenoid
telah mengungkapkan bagaimana unit-unit isoprene tersebut saling berkaitan
secara teratur, dimana “kepala” dari unit yang satu berkaitan dengan “ekor”
dari unit lain
Permasalahan :
1. bagaimana reaksi yang terjadi apabila
terdapat air pada uji fitokimia? Dan
bagaimanakah strukturnya?
bagaimanakah strukturnya?
2. Apa yang menyebabkan kebanyakan terpenoid mengandung atom
karbon yang jumlahnya merupakan kelipatan lima?
baiklah saya akan menjawab permasalahan kedua, Terpenoid didefinisikan sebagai senyawa metabolit sekunder yang memiliki struktur molekul yang mengandung kerangka karbon yang terbentuk dari unit – unit isopren. Sedangkan senyawa isopren itu sendiri secara alamiah bukanlah prekursor untuk pembentukan terpenoid. Isopren memiliki 5 atom karbon, sehingga jumlah atom karbon dari terpenoid merupakan kelipatan 5. Degradasi senyawa terpenoid karena proses kimia ataupun biokimia, menyebabkan atom karbon hilang sehingga akan memiliki jumlah atom karbon yang berbeda dengan definisi terpenoid, tetapi secara keseluruhan senyawa ini akan tetap menunjukkan bahwa senyawa ini berasal dari unit isopren maka senyawa golongan ini masih dapat di sebut sebagai senyawa golongan terpenoid.
ReplyDeleteSaya ingin menambahkan jawaban dari nurhayati pada pertanyaan kedua dimana sebagian besar terpenoid mempunyai kerangka karbon yang dibangun oleh dua atau lebih unit C-5 ini dinamakan karena kerangka karbonnya sama seperti isopren.
ReplyDeletebaik saya akan menambahkan jawaban no 2
ReplyDeleteTerpenoid didefinisikan sebagai senyawa metabolit sekunder yang memiliki struktur molekul yang mengandung kerangka karbon yang terbentuk dari unit – unit isopren. Sedangkan senyawa isopren itu sendiri secara alamiah bukanlah prekursor untuk pembentukan terpenoid. Isopren memiliki 5 atom karbon, sehingga jumlah atom karbon dari terpenoid merupakan kelipatan 5. Degradasi senyawa terpenoid karena proses kimia ataupun biokimia, menyebabkan atom karbon hilang sehingga akan memiliki jumlah atom karbon yang berbeda dengan definisi terpenoid, tetapi secara keseluruhan senyawa ini akan tetap menunjukkan bahwa senyawa ini berasal dari unit isopren maka senyawa golongan ini masih dapat di sebut sebagai senyawa golongan terpenoid.
Terpenoid merupakan komponen utama dari minyak atsiri. Minyak atsiri telah banyak digunakan sebahan bahan untuk parfum, zat tambahan dalam industri makanan, dan secara tradisional juga digunakan sebagai aromaterapi
Berdasarkan jumlah kerangka isopren yang dimilikinya, terpenoid dapat dibedakan atas beberapa kelas antara lain :
1.Hemiterpenoid :memiliki 1 unit isoprene (5 atom karbon)
2.Monoterpenoid : Memiliki 2 unit isoprene (10 atom karbon)
3.Sesquiterpenoid : memiliki 3 unit isoprene (15 atom karbon)
4.Diterpenoid : memiliki 4 unit isoprene (20 atom karbon)
5.Sesterpenoid : memiliki 5 unit isoprene (25 atom karbon)
6.Tritepenoid : memiliki 6 unit isoprene (30 atom karbon)
7.Tetraterpenoid: memiliki 8 unit issopren (40 atom karbon)
8.Polisioprenoid : memiliki > 8 unit isoprene (atom karbon > 40)
9.Karotenoid
Aturan isopren :
Aturan isoprene pertama kali diperkenalkan oleh Wallach pada tahun 1887. Seperti telah didefinisikan sebelumnya bahwa kerangka terpenoid terbentuk dari gabungan dari unit-unit isopren. Isopren itu sendiri adalah merupakan 2-methyl-1,3 butene. Jika dilihat dari bentuk molekulnya, maka seolah senyawa isopren memiliki “kepala” dan “ekor”. Kepala berada diujung yang bercabang dan ujung lainnya dianggap sebagai ekornya. Aturan isoprene menyatakan bahwa senyawa terpenoid terbentuk dari gabungan isopren-isoprenmelalui penggabungan kepala-kepala, ekor-ekor ataupun kepala-ekor. Pola penggabungan yang paling umum dan sering terjadi adalah pola penggungan kepala-ekor.
Pola penggabungan isopren kepala-kepal menjadi sebuah pola yang unik dalam pembentukan squalene. Squalene merupakan perkursor untuk pembentukan senyawa golongan triterpenoid dan steroid.
Baiklah saya akan menjawab permasaahan no 2
ReplyDeleteSemua senyawa terpenoid berasal dari molekul isoprena CH2=C(CH3)-CH=CH2 dan
kerangka karbonya (carbon skeleton) disusun dengan menyambung dua atau lebih satuan isoprena tersebut (C5)
Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan dari saudari nuri
ReplyDeleteTerpenoid merupakan bentuk senyawa dengan keragaman struktur yang besar dalam produk alami yang diturunkan dari unit isoprena (C5) yang bergandengan dalam model kepala ke ekor (head-to-tail), sedangkan unit isoprena diturunkan dari metabolisme asam asetat oleh jalur asam mevalonat (mevalonic acid : MVA). Adapun reaksinya adalah sebagai berikut (Anonim, 2006). Senyawa ini memiliki gugus hidroksi pada atom C21 dengan titik lelehnya 265_-266_C, dan dari berat molekul 440, rumus molekul yang diduga adalah C30H48O2.
Berdasarkan klasifikasi terpenoid, sebagian besar terpenoid mengandung atom karbon yang jumlahnya merupakan kelipatan lima. Penyelidikan kimia selanjutnya menunjukkan bahwa sebagian besar terpenoid mempunyai kerangka karbon yang dibangun oleh dua atau lebih unit C-5 ini dinamakan karena kerangka karbonnya sama seperti isopren.